CERAMAH TARAWIH HARI MINGGU 25
RAMADHAN 1436 H
DARI MASJID AL AKBAR SURABAYA
(HARI MINGGU, 12 JULI 2015)
Oleh
Prof. Dr. H. Syafiq Mughni,
M.A.
(Guru Besar UINSA)
Ceramah Tarawiih Ini Disiarkan
Langsung dari Ruang Utama Shalat di Masjid Al Akbar Surabaya, antara ba’da
shalat isya dan qabla shalat tarawih.
Dipublikasikan pertama kali
dalam bentuk tulisan di blog Masjid Al Hikmah Kebonsari Surabaya, Surabaya,
Jawa Timur, Indonesia pada hari Selasa, 14 Juli 2015
======================================
ISLAM TO PEACE
ISLAM UNTUK PERDAMAIAN
ISLAM UNTUK PERDAMAIAN
======================================
(Maaf saudara muslim di seluruh dunia, ceramah ini tidak diringkas
oleh Admin, kami menampilkan ucapan aslinya. Maaf bagi yang meminta
terjemahannya ke dalam Bahasa Inggris, Kami Admin belum menerjemahkan ceramah
ini ke dalam Bahasa inggris)
Jamaaah yang berbahagia,
Islam adalah suatu agama yang menjnjung tinggi kehidupan yang
damai, nabi kita Muhammad SAW bersabda:
ألا ادلكم على شىء إذا فعلتموه تحاببتم؟
A laa adullukum 'alaa syai'in idzaa fa'altumuuhu tahaababtum
A laa adullukum 'alaa syai'in idzaa fa'altumuuhu tahaababtum
Maukah aku tunjukkan suatu perbuatan yang apabila engkau
laksanakan pasti akan terjalin kasih sayang di antara kamu semua, apa itu?
أفشوا السلام على من عرفت ومن لم تعرف
Afsyu salaam ‘alaa man arofta wa man lam ta’rif
Afsyu salaam ‘alaa man arofta wa man lam ta’rif
Ialah menyebarluaskan salam kepada orang yang engkau kenal maupun
tidak engkau kenal. Jika salam kita laksanakan setiap kita ketemu dengan saudara-saudara
kita, kita menyatakan
السلام عليكم
assalamualaikum, maka itu artinya adalah bahwa tidak akan ada permusuhan, yang ada adalah perdamaian di antara kita,
السلام عليكم
assalamualaikum, maka itu artinya adalah bahwa tidak akan ada permusuhan, yang ada adalah perdamaian di antara kita,
Tetapi janganlah itu hanya berhenti pada tataran ucapan, kita
harus tunjukkan di dalam amal perbuatan, di dalam sikap kita terhadap orang
lain,
Kita harus menjadi sumber keselamatan orang
Kita harus menjadi sumber kemaslahatan,
dan jangan sampai kita menjadi sumber malapetaka bagi orang lain,
Dalam banyak sekali hadist-hadist Rosulillah SAW menyatakan bahwa
kita harus saling cinta mencintai di antara kita. Kita harus saling menolong,
kita harus menjadi rahmat bagi orang lain.
Itu semua menunjukkan bahwa agama Islam menjunjung tinggi
perdamaian, menjunjung tinggi kehidupan yang damai, tanpa permusuhan, tanpa
konflik di antara kita semua.
Kalau kita lihat sekarang ini banyak sekali masalah yang terjadi
di dunia, dan ini tentu bukan hanya menimpa umat islam saja.
Di dalam islam memang ada kelompok yang cenderung kepada kekerasan
Bagaimana gerakan ISIS misalnya di Timur Tengah, yang membunuh
sekian ribu sesama muslim mungkin tanpa
merasakan bersalah, tidak ada perasaan bahwa itu adalah dosa yang sangat besar
membunuh sesama muslim.
Kita melihat juga buku haram di Nigeria, mereka juga membunuhi
orang-orang islam, dan korban yang terbesar adalah menimpa orang-orang islam.
Ini adalah satu perbuatan yang membuat image, yang membuat citra
islam bukan sebagai agama perdamaian tetapi agama kekerasaan,
Sekalipun demikian kita juga melihat bahwa kekerasan konflik itu juga
menimpa penganut agama lain: bagaimana orang-orang Hindu yang menzalimi
orang-orang muslim di Myanmar, bagaimana orang-orang Hindu di india yang sering
kali merusak masjd-masjid islam, demikian juga orang Kristen di Amerika, di
negara-negara barat yang lain, itu juga kadang-kadang mengancam, merusak
tempat-tempat ibadah umat islam
Oleh karena itu maka sesungguhnya ini adalah problem semua agama
termasuk umat islam yang harus ikut menjunjung tinggi perdamaian atau
menegakkan kehidupan yang damai di antara kita semua. Kalau tidak, maka akan
ada citra bahwa islam adalah agama kekerasan, islam adalah agama terorisme.
Ada salah seorang warga negara Iggris kulit putih, yang masuk Islam, kemudian belajar islam di perguruan tinggi merubah namanya menjadi Abdul
Hamid Alghare, beliau kemudian selama lebih dari 30 tahun menjadi Guru Besar di
sebuah universitas di Amerika Serikat. Pada suatu ketika beliau akan naik taksi
dan sopirnya itu adalah orang amerika keturunan India, dan wajahnya sulit untuk
dibedakan mana orang keturunan India atau Pakistan, kalau keturunan india
kemungkinan besar beragama hindu, tetapi kalau keturunan pakistan kemungkinan
besar dia beragama islam.
Kemudian ketika Hamid Alhgare masuk ke dalam taksi itu, sopir tersebut menyatakan don’t worry i
am not a moslem, jangan takut saya bukanlah seorang muslim,
Apa yang ada di dalam pikirannya adalah kekhawatiran jangan-jangan
penumpangnya itu merasa ketakutan karena sopirnya seorang muslim dan setiap
orang islam akan menjadi ancaman bagi orang-orang yang tidak beragama
islam,
Tetapi Abdul Hamid Alghare tidak kalah pinter dia kemudian
menjawab dengan mengatakan don’t worry i am a moslem, jangan takut saya adalah
seorang muslim,
Maka kemudian terjadilah dialog di atas taksi itu dan Abdul Hamid Alghare
menjelaskan bagaimana sesungguhnya islam mengajarkan tentang perdamaian,
Banyak sekali ayat-ayat alquran dan sunnah Rosulillah SAW yang
mengharuskan kita menegakkan perdamaian
Kalau pada zaman Nabi Muhammad SAW terjadi peperangan itu adalah
karena kaum muslimin di Madinah diserang oleh kaum musyrikin dan kemudian
ketika bertahan maka mau tidak mau terjadilah peperangan antara kaum muslimin
dan kaum musyrikin,
Demikian juga sistem politik yang terjadi pada zaman tu tidak ada satu negara pun yang tidak ekspansionis, tidak ada satu kekuasaan pun yang tidak ingin memperluas kawasan kekuasaannya, maka jika umat islam tidak melakukan hal yang sama pasti akan dihancurkan, akan digusur oleh kekuasaaan-kekuasaan lain yang bersifat ekspansionis.
Demikian juga terjadi pada zaman sahabat-sahabat Rosulillah SAW,
dan seterusnya pada zaman Taabi’in dan Tabiut Tabiiin, maka seseungguhnya ciri
dari islam yang damai itu tetap ditegakkan tetapi terjadi peperangan terjadi
konflik adalah karena situasi yang memaksa yang mendorong umat islam untuk
melakukan hal yang sama.
Oleh karena itulah maka ketika tidak terjadi lagi peperangan,
ketika dalam dunia aman, maka sesungguhnya islam mengharuskan kita untuk
menjaga keamanan menjaga ketertiban. Kalau tidak, maka ini akan menjadi masalah
besar, karena umat islam adalah umat yang ikut bertanggung jawab untuk
membangun peradaban dunia, untuk menjamin bagaimana tatanan kehidupan dunia ini
mencerminkan keadilan, dan dengan keadilan itulah insya allah akan terjadi
keamanan.
KONFLIK BISA DISELESAIKAN APABILA KEADILAN DITEGAKKAN DAN SELAMA KEADILAN TIDAK DITEGAKKAN MAKA KONFLIK AKAN SELALU TERJADI.
Oleh karena itu maka di samping islam mendorong kita untuk
membangun perdamaian, pada saat yang sama islam juga mendorong untuk ditegakkannya
keadilan dalam setiap sudut kehidupan kita.
Mudah-mudahan dengan puasa yang kita laksanakan selama bulan
ramadhan ini mendidik kita untuk menjadi manusia yang penuh dengan marhamah,
manusia yang menyayangi orang lain, manusia yang bisa menjaga kehidupan yang
damai di antara kita semua.
ربنا اتنا في الدنيا حسنه وفي الاخره حسنه وقنا عذاب
النار
سبحان ربّك ربّ العزّة عمّا يصفون.وسلامٌ على المرسلين.والحمد
لله ربّ العالمين
Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa
qinaa ‘adzaaabannaar. Subhaana robbika robbil ‘izzati ‘amma yashifuuun, wa
salaamun ‘alal mursaliiin wal hamdu lillaahi robbil ‘aalamiin,
======================================
======================================
======================================
Sekian ceramah tarawih 1436 H di Masjid Al Akbar Surabaya yang disampaikan oleh Prof.Dr.H.Syafiq Mughni sebagai kopian asli tanpa editing oleh Admin,
Terima kasih atas perhatiannya,
Terima kasih atas kunjungannya,
Terima kasih juga kepada Blogger dan Timnya yang telah mewadahi
tulisan ini.
Terima kasih juga kepada Facebook dan Timnya yang telah
menyebarkan tulisan ini.
Salam Ramadhan 1436 H,
Admin,