Minggu, 28 Juni 2015

Minggu, 28 Juni 2015

CERAMAH TARAWIH HARI AHAD 11 RAMADHAN 1436 H

CERAMAH TARAWIH HARI AHAD 11 RAMADHAN 1436 H
DARI MASJID AL AKBAR SURABAYA
(HARI MINGGU 28 JUNI 2015)
OLEH
KH. AGUS ALI MASHURI
(PENGASUH PONPES BUMI SHALAWAT, TULANGAN, SIDOARJO, JAWA TIMUR)
Ceramah Tarawiih Ini Disiarkan Langsung dari Ruang Utama Shalat di Masjid Al Akbar Surabaya
Dipublikasikan pertama kali dalam bentuk tulisan di blog Masjid Al Hikmah Kebonsari Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia pada hari Minggu, 28 Juni 2015

====================================================
.....
====================================================

Ringkasan Admin:

Sebutir kebaikan yang dilakukan oleh orang-orang  yang yakin dan takwa lebih unggul dari pada segudang ibadah yang dilakukan oleh orang orang yang bodoh dan tertipu. Orang yang yakin dan takwa bila beramal senantiasa berdasarkan ilmu.

Seorang wali besar pada zamannya dhunnun al mishri telah mengatakan bahwa ada tiga tanda seseorang dikatakan ikhlas dalam beramal, diantaranya:
1.Pujian dan celaan manusia baginya sama saja.
2.Bila beramal tidak memandang manusia, yang dipandang hanyalah wajah keridhaan Allah
3.Bila beramal, pahalanya ingin bertemu nanti di hadapan Allah. Beramal bukan karena didorong oleh kepentingan sesaat, bukan karena didorong oleh kepentingan-kepentingan duniawi, akan tetapi semua amalannya disandarkan pada semata-mata mengharap wajah keridhaan Allah.

Dalam kesempatan lain, ada seseorang menghadap kepada Asy Syaikh Imam Hassan Al Bashri (seorang ulama periode tabi’in sebagai tokoh sufi), yang menanyakan bahwa mengapa akhir-akhir ini kehidupannya senantiasa dihantui oleh kesusahan dan ketakutan.
Sang imam menjawab dengan cerdas dan bijak, jawaban Asy Syaikh adalah carilah hatimu yang telah lama hilang pada tiga tempat: (1) Ketika kamu membaca alquran, (2) Ketika kamu berada pada majelis dzikir, (3) Ketika kamu berada pada sepertiga malam terakhir.
Ketahuilah bahwa sepertiga malam terakhir adalah waqtuddu’aa mustajaab,
Siapa yang minta kepada-Ku pasti Aku (Allah) beri,
siapa yang mohon kepada-Ku pasti Aku (Allah) kabulkan,
siapa yang minta ampun kepada-Ku pasti Aku (Allah) ampuni,

Mari kita jadikan Ramadhan kali ini sebuah momentum yang indah. 
KITA BENTUK KESADARAN BARU, SEMANGAT BARU, DAN GAIRAH BARU.
KITA TATAP MASA DEPAN PENUH KESUKSESAN DAN KEBERKAHAN.

Ketahuilah bahwa cara kerja berfikir manusia sama dengan Hukum Gravitasi, apa yang kita lempar ke atas akan turun ke bawah menjadi kenyataan. Kalau yang kita lempar kopyah, yang turun adalah kopyah. Tapi kalau yang kita lempar “saya sukses, saya bahagia, saya cerdas” senantiasa muatan-muatan pikiran kita penuh muatan positif, yang turun (hadir) kepada kita adalah insya allah kita jadi orang sukses dan diberkahi oleh Allah.
Belajarlah berpikir positif karena berpikir positif merupakan separuh kesuksesan seseorang.
Jangan mengharap hidup sukses,jangan mengharap hidup bahagia manakala kita tidak punya modal hidup “BERPIKIR POSITIF”.
Bahasa Islamnya mari kita punya modal hidup “BERBAIK SANGKA KEPADA ALLAH”,
Ana ‘inda dhonni‘abdibi, Aku (Allah) senantiasa bersama prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Sepanjang kita berbaik sangka kepada Allah “sukses” insya allah kita akan diberi kesuksesan.
Allah tidak pernah menjanjikan langit terus menerus cerah tanpa mendung, Allah tidak pernah menjanjikan laut terus-menerus pasang tanpa surut, tapi Allah menjanjikan 
فإن مع العسر يسرا إن مع العسر يسرا
fa inna ma’al ‘ushri yusraa, inna ma’al ‘ushri yushraa.
Bersama kesulitan pasti ada kemudahan,
bersama kesempitan pasti ada kelapangan,
bersama kegagalan pasti ada kesuksesan,
bersama penyakit pasti ada obatnya,
bersama masalah pasti ada solusinya,
begitu juga bersama musibah di sana ada berkah.

Belajarlah berpikir positif.
Para pakar peneliti mengatakan bahwa masa depan kita dipengaruhi oleh muatan positif (muatan-muatan kesuksesan) yang ada di pikiran kita hari ini
Jangan sampai pikiran kita hari ini dihantui kegagalan, jangan sampai pikiran kita hari ini dihantui kesusahan.

Mari kita bersandar kepada Allah, Ramadhan kali ini benar-benar kita jadikan momentum untuk bertaqarrub kepada allah, untuk membentuk kecerdasan baru, gairah baru, dan semangat baru dengan langkah cerdas carilah hatimu yang telah lama hilang pada tiga tempat: Ketika kamu membaca alquran, Ketika kamu berada pada majelis dzikir, dan Ketika kamu berada pada sepertiga malam terakhir.
إهدنا الصراط المستقيم
الي اللقاء
Ihdinashshiraathal mustaqiiim.
Ilalliqaa.


======================================
======================================



Sekian ceramah tarawih 1436 H di Masjid Al Akbar Surabaya yang disampaikan oleh KH.Agus Ali Mashuri sebagai hasil ringkasan Admin,
Salam Ramadhan 1436 H,
Admin