SURAH ALI ‘IMRON AYAT 186
AL QURAN:
TERJEMAHAN:
(DIAMBIL
DARI PENERBITAN ALQURAN DAN TERJEMAHNYA DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
EDISI TAHUN 2002)
Kamu
pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar
banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi kitab
sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa,
maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.
TAFSIRAN:
(DIAMBIL
DARI TAFSIRAN PROF. DR. ROEM ROWI, GURU BESAR TAFSIR AL QURAN, DALAM KAJIAN
TAFSIR AL QURAN HARI SELASA TANGGAL 3 FEBRUARI 2015 BA’DA SHALAT MAGHRIB DI MASJID NASIONAL)
Latublawunna:
di sini mengandung la yang menunjukkan siratan sumpah (sungguh-sungguh)
Fii amwaalikum:
dalam harta kalian
Wa
anfusikum: dan di dalam diri kalian
Allah
benar-benar menguji kalian semua dengan harta kalian, berupa ujian kaya dan miskin
harta. Bagi yang berlimpahan harta janganlah menepuk dada dulu. Jangan lalu
merasa bahwa harta ini adalah buah jerih payah kami dan hasil kerja keras kami,
ini adalah hasil keistiqomahan tahajud kami atau ini berkah puasa sunnah Senin
Kamis kami, atau bahkan ini berkah rajinnya shalat fardhu kami. Ingatlah sesungguhnya
itu hanyalah ujian dari Allah di saat manusia berlimpahan harta.
Bagi yang
kekurangan harta janganlah bersedih, janganlah kufro atau kufur nikmat. Allah
benar-benar menguji kalian semua seberapa besar kadar iman di dada kalian.
Di kala
itu pula ujian datang pada diri kalian semua berupa diri yang sehat dan diri
yang sakit.
Bagi yang
sehat janganlah GR (Gedhe Rumangsa) dulu. Jangan lalu merasa sehat kami adalah
karena kami olah raga teratur setiap hari, atau karena kami rutin konsumsi
habbatussaudah, atau bahkan karena kami selalu minum vitamin dan menjaga pola makan
kami. Ingatlah jiwa raga yang sehat hanyalah ujian dari Allah.
Bagi yang
sakit janganlah mengeluh, sakit yang menimpa diri kalian cuma ujian untuk
mengukur seberapa kuat iman di dada kalian.
Selain
ujian-ujian tersebut, masih ada ujian yang tak kalah menyakitkan pula. Ia adalah
cacian dan hinaan dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kalian (mereka
adalah orang-orang yahudi dan nashrani) dan orang-orang musyrik, cacian dan tipu daya
mereka silih berganti dengan beragam model selalu menghantam iman kalian hingga
akhir zaman, salah satu solusi jitu yang diajarkan Al Quran dari sekian solusi
adalah tashbiruuu (kalian bersabar) dan tattaquuu (kalian bertaqwa).
Juga dipublikasikan di facebook kami dengan link https://www.facebook.com/masjidalhikmahkebonsarisurabaya#!/notes/masjid-alhikmah-kebonsari-surabaya/tafsir-alquran-surah-ali-imran-ayat-186/641619659283194?pnref=story
Juga dipublikasikan di facebook kami dengan link https://www.facebook.com/masjidalhikmahkebonsarisurabaya#!/notes/masjid-alhikmah-kebonsari-surabaya/tafsir-alquran-surah-ali-imran-ayat-186/641619659283194?pnref=story
Wallaahu a’lamu bish
shawaab.